Showing posts with label Liga Spanyol. Show all posts
Showing posts with label Liga Spanyol. Show all posts

Saturday, April 16, 2011

Hasil dan Video Pertandingan Real Madrid vs Barcelona (La Liga 2010/11)

Hasil Real Madrid vs Barcelona. Laga kedua dari lima pertemuan El Clasico musim ini berakhir imbang. Barcelona berhasil menahan Real Madrid dengan skor 1-1 pada lanjutan La Liga Jornada ke-32 musim 2010/11.

Bertanding di Santiago Bernabeu, Minggu, 17 April 2011, dinihari WIB, Barcelona kembali tampil dengan diperkuat sang kapten, Carles Puyol. Sementara itu, Madrid yang ingin menghentikan dominasi lini tengah Barcelona, memainkan tiga gelandang bertipe bertahan.

Upaya Madrid itu terbukti ampuh pada 45 menit paruh pertama. Meski seperti biasa mampu menguasai pertandingan, para gelandang El Barca kerap kesulitan memberikan umpan ke barisan penyerangnya.

Peluang pertama bagi Barcelona baru hadir pada menit ke-19. Aksi Lionel Messi tinggal berhadapan dengan Iker Casillas. Akan tetapi, kematangan Casillas mampu menyelamatkan usaha Messi mencetak gol pembuka.

Beberapa menit berselang, gantian Madrid yang memperoleh peluang emas dua kali beruntun. Tetapi, usaha-usaha dari Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo masih gagal merobek jala Victor Valdes.

Madrid yang hancur lebur saat pertemuan pertama, rupanya tampil berbeda di Santiago Bernabeu. Serangan-serangan Ronaldo dkk lebih berbahaya dan sangat cepat. Barisan belakang Barcelona pun dibuat kerepotan, meski gawang Valdes masih tetap aman dari kebobolan.

Beberapa saat jelang turun minum, peluang manis Madrid untuk memperoleh gol kembali hadir. Berawal dari sepak pojok, bola berhasil disundul Sergio Ramos ke tiang jauh. Ronaldo yang berada tepat di dekat gawang, tanpa ampun menanduk bola dengan bebas. Sayangnya, masih ada Adriano yang dengan fantastis menyelamatkan gawang El Barca dari usaha Ronaldo.

Setelah turun minum skor pertandingan tetap kacamata, Madrid langsung memperoleh peluang pada menit ke-51. Sebuah tendangan bebas Ronaldo mematikan langkah Valdes. Hanya, mistar gawang Barcelona yang kali ini menjadi juru selamat.

Satu menit setelah itu, Barcelona melancarkan sebuah serangan cepat yang berbuah hadiah penalti. Raul Albiol membuat pelanggaran di dalam daerah terlarang dengan menjatuhkan David Villa.

Tak hanya itu, Albiol pun terpaksa diusir keluar lapangan karena menerima kartu merah langsung. Messi yang seperti biasa ditunjuk sebagai algojo tidak menyia-nyiakan hadiah penalti tersebut.

Bermain dengan 10 pemain dan dalam kondisi tertinggal, pelatih Jose Mourinho mulai memasukkan para pemain kreatifnya. Mesut Oezil dan Emmanuel Adebayor masuk untuk menggantikan peran Karim Benzema dan Xabi Alonso.

Khusus untuk Oezil, pergerakannya mampu merusak konsentrasi para pemain belakang Barcelona. Selain itu, para gelandang El Barca pun dipaksa mengalihkan perhatian ekstra untuk meredam pemain asal Jerman itu.

Segala upaya yang dilakukan Madrid akhirnya berbuah hasil 8 menit jelang bubaran. Marcelo yang berada di dalam kotak penalti, terpaksa dihentikan Dani Alves dengan pelanggaran. Tanpa ampun wasit kembali menunjuk titik putih yang kali ini diberikan untuk Los Blancos.

Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor, sukses mengecoh Valdes yang bergerak ke arah kanan sekaligus membuat para pemain Madrid bersemangat memperoleh poin penuh.

Namun, segala upaya meraih tiga poin harus sirna setelah wasit meniupkan peluit panjang tanda laga El Clasico jilid II berakhir. Hasil tersebut membuat perburuan gelar juara Liga BBVA tak berubah. Barcelona yang berada di peringkat teratas, masih tetap unggul delapan poin dari Madrid.

Kedua tim akan bertemu kembali di Final Copa del Rey pertengahan pekan besok sebagai rentetan dari empat El Clasico yang harus dijalani keduanya dalam rentang 18 hari.

Video hasil pertandingan Real Madrid vs Barcelona bisa disaksikan di Soccer Video.

Susunan pemain Real Madrid vs Barcelona:

Real Madrid: Casillas, Carvalho, Albiol, Marcelo, Ramos, Pepe, Khedira, Xabi (Adebayor 66'), Ronaldo, Di Maria (Arbeloa 67'), Benzema (Oezil 57').

Barcelona: Valdes, Pique, Puyol (Keita 58'), Adriano, Alves, Busquets, Iniesta, Xavi, Villa, Messi, Pedro (Afellay 67').

Friday, April 15, 2011

JELANG EL CLASICO JILID DUA LA LIGA 2010/11: Inilah 5 Pemain Yang Menjadi Aktor Penentu Barcelona

JELANG EL CLASICO JILID DUA LA LIGA 2010/11: Inilah 5 Pemain Yang Menjadi Aktor Penentu Barcelona. Bertandang ke markas lawan dengan keunggulan delapan poin membuat Barcelona dalam posisi lebih nyaman. Meski begitu, tetap saja kemenangan harus diraih pada laga el clasico jilid dua ini.

Singkirkan sejenak soal  adu gengsi dengan sang rival abadi. Blaurgana mesti menyasar  tujuan lebih praktis. Kemenangan di duel el clasico akan memperlebar jarak antara kedua tim.

Mengingat usai duel ini hanya tersisa enam partai di kompetisi domestik, raihan poin penuh akan membuat Tim Catalan berpeluang besar mempertahankan gelar juara. Ini saatnya melancarkan pukulan mematikan, strike to kill.
Demi mencapai tujuan tersebut, berikut sejumlah aktor penentu nasib Blaurgana di Santiago Bernabeu pada akhir pekan:

1. VICTOR VALDES

Sukses menjaga kemurnian gawang akan memberikan kepuasan luar biasa bagi Victor Valdes. Apalagi bila rekan-rekannya bisa mencetak gol. Wajar kalau selama ini Valdes selalu berada di bawah bayang-bayang kiper lawan, Iker Casillas. Bahkan sepasang titel El Zamora alias Kiper Terbaik La Liga pada dua musim terakhir tak juga menjadikannya sebagai penjaga gawang utama timnas Spanyol.

2. GERARD PIQUE

Absennya Carles Puyol dan Eric Abidal membuat beban lini belakang ditumpukan pada Gerard Pique. Pendampingnya di jantung pertahanan, antara Sergio Busquets atau Gabriel Milito, masih butuh banyak bimbingan dari Pique.

Eks mantan Manchester United ini juga mesti berpikir ulang bila hendak membantu serangan. Lebih baik Pique fokus pada pertahanan dan menyerahkan urusan mencetak gol pada rekannya di lini depan.

3. XAVI HERNANDEZ

Serangan Barcelona akan selalu berawal dari kaki Xavi. Gelandang berusia 31 tahun ini yang menentukan kapan Tim Catalan bermain cepat atau sedikit menahan tempo. 

Xavi akan leluasa mencari celah bila Madrid menurunkan Sami Khedira di pos gelandang bertahan. Kerja samanya dengan Andre Iniesta terlalu cepat bagi gelandang Madrid asal Jerman itu.

4. LIONEL MESSI

Barcelona menyambangi Santiago Bernabeu di saat tepat. Andalan Los Cules, Lionel Messi sudah menemukan kembali ketajamannya. Ia mencetak tiga gol dalam tiga partai terakhir.

Hanya, Messi mesti hati-hati terhadap permainan keras yang kemungkinan diusung lawan untuk mematikan pergerakannya. Terutama dari bek penjaga asal Portugal, Pepe.

5. DAVID VILLA

Bomber berjulukan El Guaje alias Si Bocah ini sudah menjadi pujian publik Catalan saat mencetak dua gol di el clasico perdanannya. Kemampuan serupa diharapkan kembali terlihat akhir pekan ini.

Lho, bukankah Villa absen membobol gawang lawan dalam sembilan laga pamungkas? "Gol akan datang, yang penting, tim bisa menang," katanya di As.


Baca juga: Prediksi Skor Pertandingan Real Madrid vs Barcelona (La Liga 2010/11)


JELANG EL CLASICO JILID DUA LA LIGA 2010/11: Inilah 5 Pemain Yang Menjadi Aktor Penentu Real Madrid

JELANG EL CLASICO JILID DUA LA LIGA 2010/11: Inilah 5 Pemain Yang Menjadi Aktor Penentu Real Madrid. Madrid tak boleh kalah lagi dari Barcelona di duel el clasico jilid II musim ini, Minggu (17/4). Alasannya sederhana, gagal meraih poin sama artinya dengan menutup peluang tim asuhan Jose Mourinho merebut gelar La Liga edisi 2010/11.

Penikmat sepak bola di seluruh dunia kini menantikan strategi yang bakal diterapkan oleh Mourinho. Akankah dia tetap ngotot bermain terbuka seperti saat kalah 0-5 di pertemuan perdana atau bermain ultradefensif seperti saat menukangi Chelsea dan Inter Milan?

Jika memilih opsi pertama, sang entrenador bakal menurunkan pemain regulernya dalam formasi 4-2-3-1. Sebaliknya, jika ingin memperkuat pertahanan, menurunkan tiga gelandang bertahan sekaligus bisa dilirik sebagai opsi alternatif. 

Terlepas dari strategi mana yang bakal diusung, berikut sejumlah punggawa penentu arah pertandingan di kubu Los Blancos:

1. IKER CASILLAS

Ketangguhan Iker Casillas bakal menemui ujian berat. Karena itu, level konsentrasi harus dijaga penuh  sepanjang pertandingan. Ini tugas berat baginya. Sepanjang La Liga musim ini, sebanyak 15 dari total 22 jumlah gol yang melesak ke gawangnya terjadi di babak ke dua. Penampilan prima sang kapten bakal memberikan rasa nyaman bagi rekan setim.

2. MARCELO

Bek kiri asal Brasil ini harus jeli memilih momen untuk membantu serangan. Salah sedikit saja, posisi yang ditinggalkannya akan menjadi sasaran eksploitasi bek kanan lawan yang hobi naik membantu serangan, Dani Alves.

Tugas Marcelo kian berat bila Pedro atau Lionel Messi turut beroperasi di wilayah jaganya. Bila sukses, kinerja bagusnya akan membuat lawan frustasi.

3. XABI ALONSO

Pemain Basque ini mesti melakoni tugas ekstra. Ia tak hanya kudu jeli menjalankan peran sebagai deep playmaker, tetapi juga membantu Sami Khedira saat bertahan.

Karena tubuh besarnya, Khedira memang akan kewalahan meladeni permainan cepat Barcelona. Hal itu yang membuat Alonso bekerja lebih keras dalam memutus serangan lawan.

4. CRISTIANO RONALDO

Sosok CR7 tak pelak menjadi senjata utama Madrid. Apalagi ia sudah pulih dari cedera paha kiri dan siap tampil maksimal.

Laga ini bakal menjadi ajang penuntasan hasrat baginya. Sejauh ini, Ronaldo sama sekali belum pernah menjebol gawang Barcelona. Pertarungan pribadi dengan Messi juga bisa dijadikan suntikan motivasi.

5. GONZALO HIGUAIN

Mourinho bakal pusing memilih bomber yang bakal diturunkan dalam laga ini. Tiga penyerang Los Merengues dalam kondisi fit, sementara pos yang tersedia hanya satu.

Pilihan terbaik adalah menurunkan Gonzalo Higuain di awal pertandingan. Pemain asal Argentina ini sudah sangat nyetel dengan Ronaldo dan Mesut Oezil.

Thursday, April 14, 2011

Jadwal Laga El Clasico di Bulan April 2011

Jadwal Laga El Clasico di Bulan April 2011. Kemenangan Real Madrid atas Tottenham Hotspur (13/4) sehari setelah Barcelona unggul atas Shakhtar Donetsk dengan skor yang sama (1-0) di leg kedua perempat final Liga Champion 2010/11 menambah bara dalam api duel el clasico musim ini.

Setelah el clasico dipentaskan di Stadion Santiago Bernabeu dalam ajang Primera Division, Sabtu (16/4), duel kedua tim kembali di gelar di Stadion Mestalla empat hari kemudia (20/4). Kali ini tajuknya adalah final Copa del Rey.

UEFA ternyata ingin sekali memanaskan duel klasik antara Real Madrid vs Barcelona di Bulan April. Santiago Bernabeu kembali menggelar el clasico dengan tajuk semifinal pertama Liga Champion pada 27 April 2011.

Berpacu dalam lintasan Primera Division La Liga, memburu mahkota Copa del Rey, dan bertarung memperebutkan tiket final Liga Champion. Bukan kah el clasico kali ini semakin menarik dicermati?

Di panggung Liga Champion, Real Madrid dan Barcelona sudah bertarung sebanyak enam kali dengan keunggulan milik Madrid berkat tiga kemenangan dan dua kali seri.

Terakhir kali el clasico manggung di Liga Champion adalah musim 2001/02. Setelah menang 2-0 di Camp Nou melalui gol Zinedine Zidane dan Steve McManaman, Real Madrid bermain 1-1 di Santiago Bernabeu dan melangkah ke final bertemu Bayern Leverkusen. Madrid meraih gelar Liga Champion mereka yang ke-9 setelah menekuk klub Jerman itu 2-1.

Di panggung Primera Division, duel Minggu besok adalah pertemuan ke-162. Pada duel ke-161, Barcelona tampil perkasa di Camp Nou.

Bagaimana catatan duel di Copa del Rey? Rabu, 20 April 2011, keduanya akan bertemu untuk yang ke-29 kali di ajang kelas dua sepak bola Spanyol tersebut. Barcelona unggul dengan 14 kemenangan berbanding sembilan milik Madrid dan lima kali seri.

Piala Super Spanyol, yang mempertemukan juara La Liga dan Copa del Rey sejak 1982, juga telah menggelar el clasico sebanyak delapan kali. Madrid punya lima kemenangan melawan dua milik Barcelona.

Selain itu, ketika Copa de la Liga digelar tahun 1982 dan ditutup empat tahun kemudian, Madrid dan Barcelona bertarung sebanyak enam kali tanpa pernah ada kemenangan di kubu El Real.

Berikut jadwal Laga El Clasico di Bulan April 2011:
  1. Minggu, 16 April 2011 di Santiago Bernabeu dalam ajang La Liga Jornada ke-32
  2. Kamis, 21 April 2011 di Stadion Mestalla dalam ajang Final Copa del Rey.
  3. Kamis, 27 April 2011 di Santiago Bernabeu dalam ajang Leg Pertama Semifinal Liga Champion.

6 Laga El Clasico Yang Dianggap Punya Nilai Sejarah

6 Laga El Clasico Yang Dianggap Punya Nilai Sejarah. Dalam kurun 18 hari ke depan Real Madrid dan Barcelona akan berhadapan sebanyak empat kali. Dengan telah ada ratusan pertandingan antara keduanya, ada beberapa laga El Clasico yang dianggap punya nilai sejarah.

Serial El Clasico dalam 18 hari ke depan tersebut akan dimulai akhir pekan ini saat Santiago Bernabeu menghelat laga Liga Spanyol pekan 32.

Dua klub yang sudah jadi musuh bebuyutan tersebut kemudian akan mentas di Mestalla untuk memperebutkan trofi Copa del Rey pada 20 April. Dua pertemuan lainnya adalah di semifinal Liga Champions yang akan dihelat pada 27 April (Bernabeu) dan 3 Mei (Camp Nou).

Jika ditotal sejak kedua tim tersebut berhadapan untuk kali pertama pada lebih dari 100 tahun lalu, ada 209 laga telah tercatat. Beberapa di antaranya menghasilkan pertandingan yang banyak dikenang, dan berikut beberapa di antaranya sebagaimana dikutip dari Reuters.

1. 13 Mei 1902, Real Madrid 1 - 3 Barcelona 

Barcelona menyulut apa yang kemudian disebut sebagai salah satu akar rivalitas dengan Real Madrid. Dalam laga yang menandai penobatan Raja Alfonso XIII di Estadio Hipodromo, Barca memetik kemenangan dengan skor 3-1. Joan Gamper, yang mendirikan Barca tiga tahun sebelumnya, ikut mencetak satu gol kemenangan tim tamu.

2. 21 Juni 1936, Real Madrid 2 - 1 Barcelona 

Inilah momen di mana Madrid memenangi laga pertama kontra Barcelona di final Piala Spanyol. Dua bulan setelah laga tersebut pecah perang sipil di Spanyol. Dengan negara terpecah, Presiden Barcelona Josep Sunyol kemudian dibunuh oleh pasukan Francisco Franco (jenderal pemimpin Spanyol saat itu). Akibat perang sipil tersebut, di tahun yang sama banyak pemain Barcelona menolak pulang setelah menjalani tur ke Meksiko.

3. 23 November 1960, Barcelona 2 - 1 Real Madrid
 

Real Madrid sukses merajai Eropa dengan menjuarai Liga Champions antara tahun 1956 sampai 1960. Namun dominasi El Real terhenti justru oleh Barcelona di musim 1960/61. Saling berhadapan di babak 16 besar, Barcelona berhasil mengimbangi Madrid 2-2 di Bernabeu sebelum menang 2-1 di Camp Nou.

4. 20 Januari 1994, Barcelona 5 - 0 Real Madrid

Di bawah arahan Johan Cruyff Barcelona berhasil menaklukkan Eropa di tahun 1992, dan The Catalans juga sukses menunjukkan dominasinya atas Real Madrid di sepanjang awal 1990-an. Salah satu kemenangan terbesar yang didapat pada periode itu adalah dengan skor 5-0 di Camp Nou, lewat gol-gol yang dilesakkan Romario (3 gol), Ronald Koeman dan Ivan Iglesias.

5. 2 Mei 2009, Real Madrid 2 - 6 Barcelona 

Kemenangan terbesar Barcelona di Bernabeu tercatat dengan skor 5-0 pada Februari 1974, di mana Joham Cruyff masih bermain saat itu. Namun di era sepakbola modern sukses terbesar Barca mempermalukan Los Merengues terjadi pada 2 Mei 2009 saat mereka menggasak tuan rumah dengan 2-6. Kemenangan mutlak tersebut menyempurnakan sukses Barca yang meraih treble winners di musim tersebut.

Thierry Henry, Lionel Messi (dua gol), Carles Puyol dan Gerard Pique menjadi pencetak gol Barcelona dalam laga tersebut. Puyol merayakan gol yang dilesakkannya dengan sangat emosional, melepas ban kapten di lengan dan mencium ban yang merupakan warna bendera Katalan.

6. 29 November 2010, Barcelona 5 - 0 Real Madrid
 

Real Madrid datang ke Nou Camp dengan kekuatan luar biasa sebagai hasil belanja besar-besaran di musim panas. Namun bahkan Jose Mourinho tak bisa menghindarkan El Real dari malu saat Xavi Hernandez, Pedro Rodriguez, David Villa (dua gol) dan Jeffren bergantian menjebol gawang Iker Casillas. Dari sinilah kemudian mulai muncul istilah "La Manita" atau "tangan kecil", yang merujuk pada selebrasi fans Barca yang mengangkat tangan ke udara dengan seluruh jari terbuka menandakan kemenangan 5-0.

Preview Real Madrid vs Barcelona: Head to Head Laga El Clasico Di Semua Ajang

Preview Real Madrid vs Barcelona: Head to Head Laga El Clasico Di Semua Ajang. Selama dua musim terakhir, Barcelona sukses merajai El Clasico dengan melakukan sapu bersih atas Real Madrid di Santiago Bernabeu maupun Camp Nou. Kali ini dengan kehadiran Jose Mourinho sebagai pelatih Los Blancos, skuad besutan Pep Guardiola berpeluang mengulang catatan clean sweep tersebut untuk ketiga kalinya.

Telah diketahui, tidak semua El Clasico berlangsung ketat dengan selisih skor tipis. Contohnya pada akhir musim 2008/09, Barcelona pulang dengan kepala tegak. Mereka membombardir gawang Iker Casillas sehingga Real Madrid harus rela kebobolan setengah lusin gol di hadapan publik sendiri.

Sebelumnya, pada 19 November 2005, Madrid juga dipermalukan Barca dengan tiga gol tanpa balas. Madrid boleh unggul secara head-to-head, namun perlahan Barcelona menyusul.

Dan siapa yang dapat melupakan pertemuan terakhir kedua tim? Debut El Clasico berakhir menyakitkan buat "The Special One" ketika timnya dipecundangi Blaugrana di Camp Nou lima gol tanpa balas.

Namun dalam urusan mencetak gol, Real Madrid masih unggul atas Barcelona. Sebanyak 262 gol dicetak Real Madrid ke gawang Barcelona. Sebaliknya, Barcelona membobol gawang Madrid 250 kali.

El Clasico kali ini menjadi menarik karena kedua tim sedang dalam performa puncak dan dipastikan kembali bertemu di semi-final Liga Champions 2010/11. Mengacu pada lima pertandingan terakhir masing-masing tim, Barca selalu memetik hasil sempurna.

Kedua tim pasti menurunkan skuad terbaik mereka, sehingga duel El Clasico pada Minggu (17/4) dinihari WIB akan sulit ditebak hasilnya. Memang secara matematis, Real Madrid masih berpeluang merebut gelar juara musim ini. Jika Real Madrid mampu menaklukkan Barcelona di hadapan publik Santiago Bernabéu, berarti keunggulan Blaugrana di puncak klasemen sementara La Liga bakal tercukur menjadi lima poin. 

Head to Head Lima Pertemuan Terakhir:
29/11/2010: Barcelona 5-0 Real Madrid
11/04/2010: Real Madrid 0-2 Barcelona
30/11/2009: Barcelona 1-0 Real Madrid
03/05/2009: Real Madrid 2-6 Barcelona
14/12/2008: Barcelona 2-0 Real Madrid

Total Head-To-Head El Clasico di La Liga
:
Kemenangan Real Madrid: 68
Kemenangan FC Barcelona: 63
Imbang: 30
Total Pertandingan: 161

Head-To-Head El Clasico di Piala Spanyol / Copa Del Rey
:
Kemenangan Real Madrid: 9
Kemenangan FC Barcelona: 14
Imbang: 5
Total Pertandingan: 28

Head-To-Head El Clasico di Piala Liga
:
Kemenangan Real Madrid: 0
Kemenangan FC Barcelona: 2
Imbang: 4
Total Pertandingan: 6

Head-To-Head El Clasico di Piala Super Spanyol
:
Kemenangan Real Madrid: 5
Kemenangan FC Barcelona: 2
Imbang : 1
Total Pertandingan: 8

Head-To-Head El Clasico di Piala Eropa / Liga Champions
Kemenangan Real Madrid: 3
Kemenangan FC Barcelona: 1
Imbang: 2
Total Pertandingan: 6

Sunday, April 10, 2011

Hasil dan Video Pertandingan Valencia vs Villarreal (La Liga 2010/11)

Hasil Valencia vs Villarreal. Valencia semakin memantapkan posisi mereka di tiga besar usai menghancurkan Villarreal dengan 5 gol tanpa balas.

Bertanding di Stadion Mestalla, Senin, 11 April 2011, dinihari WIB, Valencia mampu unggul terlebih dahulu pada menit ke-14 melalui Roberto Soldado yang memanfaatkan umpan Miguel.

Selanjutnya Valencia lebih mendominasi pertandingan disepanjang babak pertama. Namun, hingga turun minum pasukan Kelelawar Mestalla kerap kesulitan mencetak gol kedua.

Memasuki babak kedua, barulah permainan tuan rumah semakin trengginas. Paruh kedua berjalan 11 menit, Juan Mata berhasil menggandakan skor memanfaatkan kerja sama satu-dua sentuhan dengan Ever Banega.

Hanya berselang enam menit, giliran Banega yang turut mencatatkan namanya di papan skor usai tendangan kerasnya mampu menghujam deras ke dalam gawang tanpa mampu dijangkau kiper Villarreal, Diego Lopez.

Unggul tiga gol membuat Valencia semakin di atas angin. Sementara Villarreal justru mulai kehilangan semangat juang. Bahkan, keputusan berani diambil dengan menarik keluar Rossi dan menggantikannya dengan Wakaso.

Hingga pada menit ke-73, Valencia mampu mencetak gol keempatnya melalui brace Mata. Diawali serangan balik cepat, Mata menrima umpan Pablo Hernandez sebelum melepas sepakan yang kembali menjebol gawang Lopez.

Pesta Los Ches belum usai. Berselang tiga menit setelah gol kedua Mata, Soldado pun tak mau kalah dengan ikut mencetak brace. Kali ini mantan striker didikan Real Madrid itu mampu mengkonversi umpan Mehmet Topal demi melengkapi pesta tuan rumah menajdi lima gol. Skor 5-0 pun mengakhiri laga.

Tambahan tiga poin dari kemenangan ini membuat poin Valencia kini berjumlah 60. Mereka tertingal 16 dari Real Madrid di posisi kedua dan unggul enam atas Villarreal di bawahnya.

Sementara bagi Villarreal, kekalahan ini tetunya sangat mengecewakan. Pasalnya, dengan 7 laga tersisa, jarak 6 poin dengan Valencia akan sangat sulit dikejar. Terlebih, kekalahan ini juga membuat mereka menjadi lumbung gol bagi valencia. Pada pertemuan pertama, El Che mampu pesta 4 gol di kandang Villarreal.

Video hasil pertandingan Valencia vs Villarreal bisa anda saksikan di Soccer Video.

Susunan pemain Valencia vs Villarreal:

Valencia: Cesar, Miguel, Stankevicius, R.Costa, Mathieu; Topal, Banega, Hernandez, T.Costa, Mata, Soldado.

Villarreal: Lopez, Capdevila, Musacchio, Kiko, Mario, Cazorla, Marchena, Valero, Bruno, Rossi, Nilmar.

Saturday, April 9, 2011

Hasil dan Video Pertandingan Barcelona vs Almeria (La Liga 2010/11)

Hasil Barcelona vs Almeria. Barcelona berhasil memperlebar jarak dengan rival mereka Real Madrid kembali menjadi 8 angka setelah El Barca sukses mengalahkan Almeria dengan skor 3-1 pada jornada 31 La Liga 2010/11.

Bertanding di Camp Nou, Minggu, 10 April 2011, dinihari WIB, Barcelona turun dengan maMelalui perjuangan cukup berat, Barcelona langsung menguasai permainan. Namun permainan menyerang anak asuh Josep Guardiola itu sanggup diredam oleh permainan defensif nan disiplin yang dipertontonkan Almeria.

Tuan rumah baru bisa menggebrak lini belakang Almeria pada menit ke-16, melalui sontekan Thiago usai menerima umpan Bojan Krkic. Namun peluangnya amsih melambung di atas mistar gawang.

Tidak lama kemudian Lionel Messi dengan kemampuan individunya yang sangat baik, melewati kawalan bek tamu, namun sayang tendangannya dari luar kotak penalti masih berada tipis di sisi kiri gawang Diego Alves.

Sementara itu, dari kubu Almeria bukannya tanpa peluang. Kombinasi antara Pablo Piatti dengan Ortiz hampir saja mengubah keadaan untuk tim tamu andai kesempatan mampu dimaksimalkan dengan sempurna.

Semenit jelang jeda, Messi hampir membawa keunggulan untuk rekan-rekannya, bila tendangan lambungnya dari sudut sempit tidak digagalkan oleh Alves. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.

Lima menit memasuki babak kedua, kegagalan Gabriel Milito dalam menerapkan jebakan off-side harus dibayar mahal. Umpan Piatti dengan sigap berhasil disempurnakan oleh Miguel Angel Corona di luar jangkauan kiper Sergio Pinto.

Barcelona langsung membalas. Berawal dari umpan panjang Milito, David Villa dijatuhkan oleh Diego Alvesdi kotak terlarang. penalti untuk El Barca. Lionel Messi yang mengeksekusi penalti tanpa kesulitan berhasil mengimbangi keadaan.

Villa seharusnya bisa menambah keunggulan bila umpan yang dilepaskan oleh Messi dapat diselesaikan dengan baik. Sayang tandukannya mampu diselamatkan oleh Alves.

Pada akhirnya, berawal dari tendangan penjuru yang dilepaskan Messi, Barcelona mampu mengungguli tamunya saat Thiago dengan sempurna menanduk bola ke dalam gawang Alves.

Pesta Barcelona akhirnya dilengkapi dengan aksi Messi pada masa injury time yang dengan dingin menusuk ke kotak penalti dan mengelabuhi Alves.

Bagi Messi gol ini merupakan yang ke-29 pada musim ini dan berhak memimpin daftar pencetak gol tersubur, unggul satu dari Cristiano Ronaldo, yang di pertandingan sebelumnya juga mencetak gol.

Dengan kemenangan ini, Barca mempertahankan selisih poinnya dengan Real Madrid tetap delapan angka. Barca mengoleksi 84 angka dari 31 laga, sedangkan Madrid punya 76 poin usai melibas Athletic Bilbao 3-0.

Video hasil pertandingan Barcelona vs Almeria
bisa disaksikan di Soccer Video.

Susunan pemain Barcelona vs Almeria
:

Barcelona: Pinto; Alves, Pique, Milito (Pedro 54), Maxwell; Xavi, Iniesta, Mascherano, Thiago (Keita 67); Messi, Krkic (Villa 31).

Almeria: Alves; Juanito, Ortiz (Feghouli 79), Acasiete, Henrique, Michel, Corona (Uche 57), Crusat (Goitom 71), Bernardello, Rodriguez, Piatti.

Hasil dan Video Pertandingan Athletic Bilbao vs Real Madrid (La Liga 2010/11)

Hasil Athletic Bilbao vs Real Madrid. Real Madrid berhasil membawa pulang tripoin dari lawatannya ke kandang Athletic Bilbao berkat kemangan 3-0. Hasil ini untuk sementara mampu memangkas jarak dengan Barcelona menjadi tinggal lima angka.

Bertanding di Estadio San Mamés, Sabtu, 9 April 2011, malam WIB, Tuan rumah Bilbao mampu menekan Los Blancos dengan baik. Para pemain Bilbao tidak membiarkan Sergio Ramos cs mengembangkan permainan.

Akan tetapi, usaha pertama Madrid langsung tercipta pada menit ke-14. Sebuah pelanggaran kiper Bilbao, Gorka Iraizoz terhadap Angel Di Maria berbuah tendangan penalti.
Iraizoz pun diganjar kartu kuning atas pelanggaran tersebut. Dan, sebuah eksekusi sempurna Ricardo Kaka, langsung memberi keunggulan bagi tim tamu.

Gol tersebut rupanya memberikan suntikan semangat bagi para pemain Madrid. Pada menit ke-23, sebuah umpan manis Di Maria dengan sempurna diterima oleh Gonzalo Higuain. Namun sayangnya, sepakan Higuain dengan gemilang diselamatkan Iraizoz.

Kesempatan bagi Bilbao baru hadir pada menit ke-33. Akan tetapi sebuah peluang dari Iker Muniain masih bisa dihentikan penjaga gawang Madrid, Iker Casillas. Keunggulan Madrid pun bertahan hingga turun minum.

Sembilan menit paruh kedua dimulai, Madrid mampu menggandakan keunggulan. Gol bagi Los Merengues lagi-lagi tercipta dari tendangan 12 pas akibat pelanggaran Xabi Castillo terhadap Di Maria. Kaka yang kembali dipercaya menjadi algojo, sukses menambah skor.

Mourinho akhirnya mulai memainkan para pemain terbaiknya. Cristiano Ronaldo dan Xabi Alonso masuk menggantikan posisi Higuain dan Di Maria.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Pada menit ke-70, sebuah tembakan keras dari Ronaldo menghujam deras jala Gorka Iraizoz.

Tidak ada lagi gol yang tercipta. Madrid akhirnya membawa pulang tiga poin dan kembali meraih hasil positif. Kini, Madrid terus membuntuti Barcelona yang berada di posisi puncak dengan selisih lima angka.

Tambahan tiga poin memperpanjang asa El Real dalam mengejar Barcelona di puncak klasemen. Madrid mengoleksi 76 poin dari 31 kali bertanding, tercecer lima angka dengan El Barca. Sementara Bilbao ada di posisi lima dengan perolehan 45 poin.

Video hasil pertandingan Athletic Bilbao vs Real Madrid bisa disaksikan di Soccer Video.

Susunan pemain Athletic Bilbao vs Real Madrid: 

Athletic Bilbao: Iraizoz; Iraola, Castillo, Dominguez, Ekiza, Orbaiz, Gurpegui (David Lopez 46), Javi Martinez (Iturraspe 63), Toquero, Munain, Llorente.

Real Madrid: Casillas; Pepe, Sergio Ramos, Albiol, Arbeloa, Garay (Carvalho 77), Lass, Kaka, Granero, Di Maria (Xabi Alonso 67), Higuain (Ronaldo 61).

Monday, April 4, 2011

Real Madrid Bersama Jose Mourinho Sudah Lampaui Dua Momok

Real Madrid Sudah Lampaui Dua Momok. Sejak memecat Vicente del Bosque pada pengujung 2002/03, Real Madrid seperti kehilangan arah. Butuh empat musim dan pergantian hingga enam entrenador sebelum akhirnya kemilau trofi bisa kembali digenggam Los Merengues.

Carlos Queiroz, Jose Antonio Camacho, Mariano Garcia Remon, Wenderley Luxemburgo, dan Juan Ramon Lopez Caro gagal mencapai ekspektasi klub. Baru di tangan Fabio Capello, yang kemudian berlanjut ke pangkuan Bernd Schuster, trofi mulai berdatangan. Don Fabio dan Mister Schuster berkontribusi atas sepasang trofi La Liga. Shuster menambahkan Supercopa de Espana dalam curiculum vitae miliknya.

Kendati demikian, enam nahkado yang mewakili kelompok gagal tadi, maupun duet sukses Capello-Schuster, belum bisa menghalau momok utama. Momok yang sebetulnya diharapkan bisa menghilang saat Madrid mendaulat mereka menjadi peracik strategi.

Bahkan Juande Ramos dan Manuel Pellegrini, dua pelatih Madrid, yang punya reputasi ciamik di kancah Eropa, juga tidak mampu. Saat mempercayakan kursi panas kepada eks pelatih Sevilla dan Villarreal itu, manajemen Bernabeu berharap peruntungan El Real di Benua Biru akan membaik.

Berbekal sembilan gelar liga champion yang telah berjejer rapi di museum Bernabeu, target juara bukanlah sesuatu yang muluk bagi Madrid. Kenyataannya, Del Bosque menjadi pelatih terakhir yang menyumbang trofi Liga Champion dan Queiroz menjadi lelaki terakhir yang membawa Los Blancos ke perempat final.

Karena itu, wajar Florentino Perez di termin keduanya sebagai el presidente mengambila "jalan pintas" untuk memutus momok perempat final Liga Champion dengan menunjuk Jose Mourinho. Modal El Spesial da Una, mengantar Porto (3/4) dan Inter Millan (9/10) bertahta di pucak Eropa, lelaki ketiga adalah Earnst Happel dam Ottmar Hitzfeld yang mampu mencetaknya, jelas memenuhi kriteria.

Tanpa kesulitan berarti Mou mampu membayar kepercayaan dengan melunasi target minimalis menembus delapan besar itu. Bahkan momok di wilayah berbeda, final Copa del Rey, yang tak pernah di lakono Madrid sejak 2002/03, pun berhasil dikubur oleh pria nyentrik dan kontroversial asal Portugal itu.

Tottenham Hotspur muncul sebagai lawan Madrid di perempat final, Rabu (6/4), di Stadion Bernabeu, venue yang menjadi saksi bisu sukses Mou bersama Inter Milan musim lalu, akan meladeni kereta api cepat asal klub London itu. Menilik prestasi regional, tentu Spurs tidak layak dibandingkan dengan Madrid.

Ini debut perdana Tottenham di babak delapan besar Liga Champion setelah perempat final berformat lama pada 1961/62. Sebaliknya, ini kiprah ke-27 Madrid di fase ini, dimana 21 diantaranya sukses dimenangi Si Putih. Rekor pelatih Madrid, Jose Mourinho, melawan gaffer Spurs, Harry Redknap? Mou punya catatan fantastis. Ketika masih menukangi Chelsea (2004-2007), Mou mampu mencatat hasil lima kali menang, dua kali seri dan sekali kalah saat menghadapi Spurs.

Meski begitu, pantas dicatat bahwa Spurs musim ini menyandang label giant-killer. Kejutan tatkala hanya kalah 3-4 dari Inter di Giuseppe Meazza dan menang 3-1 di White Hart Lane serta kemenangan 1-0 di tempat sama atas AC Milan, disusul skor kaca mata di London, membuktikan bahwa Spurs bukan lagi tim semenjana.

Masalahnya, sejak menahan seri AC Milan, Spurs belum pernah mencatat kemenangan lagi. Badai cedera yang diantaranya menyerang Gereth Bale, pemain terbaik mereka sepanjang  musim ini, ternyata punya dampak signifikan.

Kini tergantung pada Mou apakah dirinya mampu menghasilkan ramuan maut layaknya di Porto dan Inter, juga Chelsea, untuk membawa Madrid melangkah ke semifinal.

Analisis para pakar sepak bola di Ranah Spanyol menilai bahwa hilangnya Marcelo, Xabi Alonso, Cristiano Ronaldo, dan Karim Benzema sebetulnya bukan masalah asalkan Madrid mampu mempertahankan ritme  normal mereka. Maklum, saat dikalahkan Gijon weekend lalu, kesalahan utama Madrid terletak pada sisi individualistis yang kembali mengental.







Selama Angel Di Maria mau berbagi bola dengan jugador lain di kotak pinalti dan Emmanuel Adebayor bisa memfungsikan dirinya tak hanya sebagai goal-getter tapi juga assist-maker, lalu lini tengah yang dikawal Sami Khedira dan Mesut Oezil disiplin menjaga jarak antarpemain, Madrid punya kans memenangi bentrokan.

Saturday, April 2, 2011

Hasil dan Video Pertandingan Villarreal vs Barcelona (La Liga 2010/11)

Hasil Villarreal vs Barcelona. Barcelona semakin memperlebar jarak untuk menjauhi perolehan poin Real Madrid di klasmen sementara La Liga 2010/11 berkat kemenangan tipis 0-1 atas tuan rumah Villarreal.

Bertanding di El Madrigal, Minggu, 3 April 2011, dinihari WIB, tuan rumah terlebih dahulu mengancam pada menit ke-5. Lolos dari perangkap off-side , Giuseppe Rossi langsung berhadapan dengan Victor Valdes. Sang kiper tampaknya lebih cekatan saat Rossi berusaha melewatinya. Bola mampu diamankan dengan sempurna oleh Valdes.

Enam menit berselang, Rossi kembali menjelaskan bahwa dirinya layak untuk dikawal ketat. Sebuah kecepatannya mampu mengalahkan perangkap off-side  Barcelona. Beruntung tembakan pemain asal Italia itu masih bisa dimentahkan Valdes.

Barcelona sendiri hanya mampu mendominasi penguasaan bola. Namun, ketika masuk ke dalam kotak 16 meter, para striker Barcelona sulit untuk melakukan penyelesaian akhir dengan baik. Skor imbang tanpa gol tetap bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, Josep Guardiola akhirnya memainkan Messi. Masuknya Messi jelas menambah kepercayaan diri para pemain lainnya di lapangan.

Hasilnya terlihat ketika pertandingan menunjukkan menit ke-66. Berawal dari sebuah sepak pojok Daniel Alves, bola lantas disambar sundulan Sergio Busquets. Bola hasil tandukan Busquets mengarah tepat ke badan Gerard Pique yang berada di depan mulut gawang Villarreal. Dengan sekali sentuhan, Pique lantas menghujamkan tendangan keras tanpa bisa dihentikan Diego Lopez.

Upaya terakhir Villarreal menyamakan kedudukan datang menit ke-78. Sayangnya, tendangan bebas Borja Valero masih gagal menemui sasaran. Barcelona akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 1-0.

Dengan raihan tiga poin ini, Barca kini punya 81 poin dari 30 laganya dan Madrid punya 73 poin. Dengan menyisakan delapan partai lagi, peluang Los Cules untuk jadi juara jelas lebih besar dari Madrid. Keduanya akan bertemu dalam El Clasico dua pekan lagi.





Untuk Villarreal kekalahan ini membuat mereka gagal menyamai perolehan angka Valencia yang duduk setingkat di atas mereka yaitu posisi ketiga. Poin 'Kapal Selam Kuning' 54 sementara El Che yang menang 4-2 atas Getafe punya 57 poin.

Video hasil pertandingan Villarreala vs Barcelona bisa disaksikan di Soccer Video.

Susunan pemain Villarreal vs Barcelona:

Villarreal: Lopez, Mario, Musacchio, Rodriguez, Marchena (Cani 70'), Borja, Bruno, Catala, Cazorla, Rossi, Ruben (Nilmar 57').

Barcelona: Valdes, Alves, Adriano, Busquets; Pique, Mascherano, Thiago, Keita (Messi 53'), Affellay (Jonathan 84'), Iniesta, Villa (Bojan 71').

Hasil dan Video Pertandingan Real Madrid vs Sporting Gijon (La Liga 2010/11)

Hasil Real Madrid vs Sporting Gijon. Rekor 9 tahun tak terkalahkan Mourinho di kandang akhirnya terputus setelah tim besutannya, Real Madrid tumbang dengan skor 0-1 dari tim gurem, Sporting Gijon.

Kekalahan ini tentunya tak diharapkan semua Madridista, termasuk legenda asal Brasil, Ronaldo Luiz Nazario da Lima yang turut hadir di stadion. Bahkan, sebelum laga Madrid sempat memberi sedikti seremoni menyambut kehadiran Ronaldo, termasuk membuatkan replika Ronaldo yang niatnya bakal dipajang di ruang ganti tim.

Bertanding di Santiago Bernabeu, Sabtu, 2 April 2011, malam WIB, Real Madrid yang tampil tanpa sejumlah pilar utamanya, seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Xabi Alonso tampil langsung menyerang saat laga dimulai. Hasilnya adalah sebuah gol di menit kedua hasil tendangan bebas Angel di Maria, namun gol tersebut langsung dibatalkan wasit karena Ricardo Carvalho dianggap melakukan pelanggaran terhadap pemain tamu.

Di menit delapan kiper Juan Pablo membuat penyelamatan gemilang saat dia menghalau sepakan Di Maria yang menusuk dari sisi kiri. Selanjutnya Madrid mampu mendominasi permainan dan terus menekan pertahanan Gijon.

Lebih banyak bertahan dan hanya mengandalkan seranan balik, Gijon akhirnya mendapat peluang saat laga masuk menit 24. Sepakan Andre Castro dari luar kotak penalti usai dapat umpan dari Miguel de las Cuevas masih melenceng dari sasaran.

Selanjutnya Madrid mampu mengkreasikan dua peluang lainnya, yang kembali tak membuahkan hasil yang diinginkan. Setelah tandukan Emmanuel Adebayor dari tengah kotak penalti gagal menjebol gawang Gijon, sepakan Di Maria dari luar kotak penalti arahnya melenceng.

Lima menit sebelum turun minum gawang Iker Casillas malah nyaris jebol. Kiper nomor satu Spanyol itu salah mengantisipasi bola, yang membuat gawangnya dalam posisi terancam karena Nacho Novo berhasil menguasai si kulit bundar. Madrid beruntung Novo kehilangan keseimbangan sehingga gagal melepaskan tembakan.

Setelah babak pertama hanya berakhir tanpa gol. Madrid kembali meningkatkan tekanan usai turun minum. Tak ingin kehilangan poin, Mourinho melakukan perubahan pada babak kedua. Pelatih asal Portugal itu memasukkan Gonzalo Higuain untuk mengganti Granero pada menit ke-57.

Baru tiga menit berada di lapangan Higuain nyaris membobol gawang Gijon. Peluang berawal dari umpan yang diberikan Di Maria yang sayangnya gagal dimanfaatkan Higuain karena tendangannya masih bisa dimentahkan oleh Colinas.

Pada menit ke-64, giliran Adebayor yang melepaskan ancaman lewat tandukannya. Sial bagi Madrid, tandukan mantan penyerang Arsenal itu masih melayang tinggi di atas mistar gawang.

Alih-alih meraih gol, Madrid justru mulai dijauhi dewi fortuna. Pada menit ke-79, Cuevas sukses menggetarkan gawang Madrid setelah memaksimalkan umpan yang dilepaskan Nacho Cases dari sayap kiri.

Usai gol itu, Madrid langsung meningkatkan intensitas serangannya. Khedira nyaris mencetak gol balasan memanfaatkan kemelut di depan gawang. Namun tembakan gelandang asal Jerman itu mampu dimentahkan oleh Colinas.

Setelah itu, mereka terus mengurung Gijon. Sayang, mereka gagal dan terpaksa tunduk di depan publiknya sendiri. tangguhnya pertahanan Gijon, serta mistar gawang kerap menjadi pengganjal upaya Madrid menyamakan skor hingga akhir laga.

Kekalahan ini membuat Madrid semakin jauh dari gelar juara. Meski tetap berada di peringkat kedua, namun jaraknya dari Barcelona yang memimpin klasemen bisa semakin jauh. Madrid baru mengoleksi 73 poin atau terpaut lima angka dari Barcelona. Jarak itu bisa semakin jauh jika Barcelona mampu mengalahkan Villarreala beberapa jam setelahnya.

Video hasil pertandingan Real Madrid vs Sporting Gijon bisa disaksikan di Soccer Video.

Susunan pemain Real Madrid vs Sporting Gijon:

Real Madrid: Iker Casillas, Ricardo Carvalho, Raul Albiol, Alvaro Arbeloa (Pepe '71), Sergio Ramos, Sami Khedira, Lassana Diarra, Esteban Granero (Gonzalo Higuain '57), Angel Di Maria (Sergio Canales Madrazo '71), Emmanuel Adebayor, Mesut Oezil.

Sporting Gijon: Juan Pablo Colinas, Ivan Soto, Alberto Botía,Roberto Canella (Jose Angel '6), Alberto Ramos, Nacho Cases, Alberto Rivera, Miguel de las Cuevas, Nacho Novo, David Barral (Gaston Sangoy '76), Andre Castro (Sebastian Eguren '59).